Perpustakaan Muara

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tiga Dalam Kayu (2025)
Penanda Bagikan

Art Original

Tiga Dalam Kayu (2025)

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie - Nama Orang;

"Tempat pembuangan sampah bagi orang hidup, suaka perlindungan bagi harta orang mati. Perpustakaan." Di masa depan, perpustakaan tak ubahnya pekuburan prahistoris. Di sanalah kita bertemu dengan seorang gadis, dan sebelas buku yang menceritakan sejarah dengan cara masing-masing. Cerita dalam buku-buku itu sering terasa ganjil, kadang terasa begitu asing, kadang pula sebaliknya: terasa dekat, seperti kita tahu tentang apa sebetulnya cerita-cerita itu. Setiap buku menyajikan cerita yang sepenuhnya berlainan dari buku lain, tetapi kita–sebagaimana gadis itu–tahu bahwa ada satu hal yang menghubungkan sebelas buku itu. Selanjutnya, kita diajak tenggelam dalam dunia di luar buku yang tak kalah ganjil, asing, dan dekat.

Prolog:
Aku menemukan kawanku di dalam karung goni, Minggu itu. Ibu pergi untuk membeli ikan selar, pagi-pagi sekali. Aku ikut serta di belakangnya. Daster Ibu berwarna hijau dan kembang-kembangnya berwarna merah. Rambutnya dicepol dan mulai beruban. Aku suka sandal jepitnya, karena sudah usang dan membuat suara berderit aneh ketika dia melangkah. Tangannya kurus tapi kuat, dan jarinya kelihatan pendek dan gembira ketika melambai padaku di gerbang pasar. Aku boleh bermain di luar sambil menunggunya, dia bilang. Asal jangan terlalu jauh, supaya tidak sulit dia temukan. Dia sudah berpuluh kali berpesan demikian padaku, tapi belum pernah aku menggubrisnya. Kawan-kawanku akan muncul dari belakang pantat ibu-ibu mereka, dan kami akan berlomba-lomba ke sawah dan menakut-nakuti kerbau. Ketika siang sudah terik, kami akan kembali ke perumahan, kotor bagai dubur anjing. Ibu sudah di dapur, menggiling kunyit atau menanak nasi, tidak repot-repot mengharapkan kedatanganku di depan gerbang pasar.

Profil Penulis:
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie lahir di Bandar Lampung. Karya Karyanya telah menerima Penghargaan Sastra Badan Bahasa, juga nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa dan Sastra Pilihan Majalah Tempo. Dapat ditemukan di X @monamiCROISSANT.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
9786024817817
Penerbit
: KPG.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024817817
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia Tanggal Terbit 1 Feb 2025 ISBN 9786024817817 Halaman 168 Bahasa Indonesia Panjang 20.0 cm Lebar 13.5 cm Berat 0.35 kg
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Muara
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Efik Abdinazar

Ditenagai oleh Epik nazar
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?