Fifi ditangkap Kucing-Kucing Luar Biasa. Namun, Ibu Mo dan Ibu Tetangga Sebelah bilang Fifi hanya bayangan cermin yang selalu dibawa Fufu. Fifi sedari awal tidak benar-benar ada. Kucing Luar Biasa hanyalah kucing, kuping yang digoreng krispi sebenarnya jamur kuping, jagung tidak bisa mengendalikan kereta; Mi dan Ma dan Mo hanya bermimpi. Mi dan Ma dan Mo merencanakan sesuatu ketika Bapak dan Ib…
Cara Lain adalah Kucing. Mi dan Ma dan Mo tidak pernah menyaksikan kucing seperti Nona Gigi. Sebab Nona Gigi adalah Kucing Luar Biasa— kucing yang di luar kebiasaan. Nona Gigi adalah Cara Lain untuk menjaga Mi dan Ma dan Mo ketika Bapak dan Ibu Mo keluar rumah mencari uang. Sebab di Kota Suara, semua uang di dasar laut telah dijarah para perompak, uang di bawah tanah telah dikeruk para peramp…
Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan. Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang …
Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah…